Rabu, 02 November 2011

Scereto tras La Limosna


Kabarkaya.com ¿Cuáles son los beneficios de la caridad? Tal vez muchas personas no saben lo dado que la caridad a los pobres, mendigos y personas que necesitan ayuda sería perjudicial para los que dan. Ese argumento no es cierto, porque de acuerdo con Dios en el Corán, Sura Al-Saba [34:39] "Di: 'Mi Señor dispensa el en cualquier momento a los que Él quiere de Sus siervos , y cualquier límite de tiempo. Por lo tanto, no se preocupe, lo que pasa (limosnas, caridad) por el bien, Alá les sustituya, y él [Dios} sustento que da lo mejor posible. "Es evidente que Dios promete a cada uno de los que dan limosna a los los mendigos pobres, no tenemos que preocuparnos porque Dios se lo pague doble-dobles.

¿Cuál es el proceso que Dios recompensará a los beneficios que obtenemos? Cualquier obra de caridad que pasamos se registrarán en el Banco pertenece a Dios en forma de depósitos con tasas de interés de 70,000% y si el monto de los ahorros, por ejemplo 100.000, entonces la cantidad de ahorro se incrementará a 70,000% x 100.000 = 70 millones de dólares. Es increíble y fantástico! Se ha prometido por Dios in Sura Al-Baqarah [2:261] "La semejanza de los que gastan su hacienda por Alá como plantar una semilla que crece en siete espigas, cada Tangai producir 100 huevos, que Alá se multiplica la recompensa a la persona que en su testamento. Alá es inmenso y su Omnisciente. " Cabe preguntarse si la promesa de Dios es la verdad? la respuesta, por supuesto, porque Dios nunca le mintió a la gente. Luego, cuando se derrita los depósitos de ahorro? Beneficios serán aceptadas en el momento en que tenemos que ser aprobada en la disposición formulario. La variedad de juegos, se puede obtener a través de los esfuerzos de un trabajo o negocio que hacemos enormes ganancias repentinas y así sucesivamente.

Instrucciones en el Corán es válido para toda la humanidad una buena musulmana y no musulmanes, y si no creen por favor, probar la verdad. Indicaciones acerca de la caridad que tengo que decir a un empresario tribus compañeros material de China y de la religión budista. Durante todos estos años a menudo sufrieron pérdidas debido a que muchos consumidores no pagar la deuda, y cuando se les acusa a menudo no pueden, y algunos han estado moviendo casa y así sucesivamente.
Y yo le dije: 'ahora no tiene que a su vez, lo que me da instrucciones "? He dicho. " ¿Cómo? que dijo? " Entonces dejé probar una caridad cada mes 2,5% de los beneficios, y garantizar sería rentable. " Después de 3 meses más tarde te veo y pregunto cómo los resultados? Él dijo: Muy inusual y fastastis dijo, un montón de cosas que no están en espera poco esos cargos pendientes que nunca se habían dispuesto a pagar, ahora algunos son excepcionales. Y hay 50 millones de pérdida, porque he aquí, me ofreció la tierra a 100 millones de dólares, luego de una semana nadie se atrevía a comprar 350 millones, y que fue capaz de ganar 250 millones, dijo. "

Hasta que, cuando la gente quiere que siga las instrucciones en el Corán, garantiza un 1000% seguro que será un éxito y hacerse rico rápidamente, viven felices, saludables y siempre será un éxito. Debido a que Dios reveló el Corán para guiar a la humanidad entera y no sólo en la forma de contenido único ritual. A menos que sea una indicación de que se necesita un buen hombre en la importancia de los conocimientos económicos, sociales, políticas, jurídicas y sobre la naturaleza del cielo y la tierra, y la creación del hombre y también lo es en el Corán.
Así que Dios dice en el Corán Sura Yunus [10:57] "Oh hombre, ha llegado a un libro que contiene las lecciones que usted necesita para mejorar el carácter y los hechos [acción]" Ese secreto está detrás de la caridad es misterio, y cuando se hace será el sabor de las ganancias que fue fantástico. Por lo tanto, puede ser que sea útil para todos nosotros.

Selasa, 18 Oktober 2011

Apa yang dimaksud faham Islam Liberal?

Kabarkaya.com, Apa yang dimaksud dengan faham Islam Liberal itu? Banyak pemikiran orang-orang yang mengaku sebagai cendikiawan Islam,atau organisasi yang mengatasnamakan Islam yang ingin menerapkan faham liberalisme kepada ajaran Islam. Untuk membahasnya mari kita sama-sama memahami sebelumnya apa yang dimaksud dengan Liberalisme itu. Liberalisme adalah istilah asing yang diambil dari kata "Liberty" dalam bahasa Inggris dan "Liberte" dalam bahasa Perancis yang berarti: "Kebebasan" Fahamnya memberikan kebebasan Individu atau kemerdekaan Individu seperti kebebasan berpendapat,kebebasan berpikir,kebebasan beragama. Kemudian dilanjutkan faham berdasarkan Rasionalisme atau mendewasakan akal, sehingga mereka berpendapat bahwa : Kebebasan adalah hak-hak yang dibangun diatas dasar materi bukan diluar materi atau "Abstrak". Sehingga cara yang digunakan untuk mengetahuinya dengan mempergunakan akal,panca indera serta dengan percobaan baru dianggap benar.Sehingga mereka ingin mengatakan bahwa ajaran Islam dengan Kitab Al-Qur'an sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman sehingga perlu merevisi tafsir-tafsir yang dianggap bertentangan dan menghambat kemajuan zaman. Seperti dicontohkan oleh mereka tentang riba dalam ayat Surat Ali-Imran [3:92] "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba yang berlipat ganda." Sehingga pemahaman mereka kalau tidak berlipat ganda misalnya memakan bunga 20% dianggap pemikiran mereka tidak berlipat ganda sehingga dibolehkan. Padahal di Surat Al-Bagarah jelas telah diharamkan memakan uang riba bahhkan Allah telah mengancam orang yang makan riba itu "Nerakalah tempatnya dan mereka kekal didalamnya."

Kemudian mereka yang mengaku Islam Liberal,ketentuan pemakaian jilbab yang ada di Al-Qur'an mereka mengatakan "tidak benar" karena itu adalah gaya pakaian budaya arab tidak berlaku bagi umat Islam.Sehingga mereka menafsirkan ayat tersebut bukan Firman Tuhan tetapi merupakan pemikiran Nabi Muhammad pada masa itu yang berlaku kepada bangsa Arab. Dalam Qur'an jelas dikatakan wajib bagi wanita Islam yaitu menutup kepala bukan menutup muka atau cadar atau burkha yang ada di Turki.Karena menutup muka atau cadar serta burkha tidak diharuskan seperti di Arab sebab mereka menutup mukanya adalah bagian budaya serta untuk menghindar dari alam gurun yang panas.Jadi memahami ayat Qur'an itu harus menggunakan akal sehat bukan asal bicara tanpa Ilmu,apalagi berani-beraninya mengatakan ayat-ayat yang ditetapkan Allah itu adalah "salah" dan dikatakan oleh mereka tidak semua isi Qur'an itu dari Allah,tetapi pemikiran Nabi Muhammad pada masa itu."Sebab jelas dalam ayat dikatakan pada ayat yang diwajibkan adalah menutup kepala dan dada, sebab muka adalah yang dikecualikan karena itu termasuk yang biasa terlihat seperti telapak tangan.Hal itu disebutkan dalam Surat An-Nur [24:31] " Janganlah mereka memperagakan perhiasannya, kecuali perhiasan yang sudah biasa kelihatan saja. Dan hendaklah mereka menutup kerudung kepalanya sampai kedadanya."

Jadi mereka menyamakan Qur'an itu sama dengan ciptaan Manusia seperti UUD-1945 yang bisa disesuaikan atau dirobah-robah sesuai dengan hawa nafsu manusia. Mereka yang mengaku Islam dengan faham Liberal tidak mengerti bahwa Qur'an itu bukan karangan Nabi Muhammad atau pemikiran manusia yang dituliskan dalam Qur'an. Sehingga semua isi Al-Qur'an itu adalah mutlak benar dan tidak ada yang tidak sesuai!" Dan petunjuknya dapat digunakan untuk seluruh manusia baik Islam,Kristen,Jahudi,Budha.Hindu,Atheis.komonisme dan sebagainya. Apa buktinya dapat digunakan untuk seluruh manusia? Didalam Qur'an Allah memberikan kebebasan dalam menganut suatu Agama seperti disebutkan dalam Surat Al-Baqarah [2:256] "Tidak ada paksaan dalam menganut agama, sebab sudah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah." dan dilanjutkan lagi Allah mempersilakan untuk memilih dalam Surat Al-Isra' [107] " Kalau kamu mau beriman silakan,kalau tidak mau juga terserah."Sehingga siapa yang mengatakan bahwa Islam tidak Liberal? 

Jadi Qur'an itu memberi kebebasan setiap pemeluk agama untuk menganut agamanya sesuai keyakinannya masing-masing dan Allah tidak pernah membatasinya atau mengekang kebebasan dan menghormati Hak Azazi Manusia karena semua perbedaan suku,bangsa,agama adalah terjadi atas kehendak Allah yang semuanya adalah makhluk hasil ciptaan-Nya yang berasal dari satu diri yaitu " Nabi Adam" Karena dalam ayat lain Allah menegaskan bahwa : "Kalau Allah berkehendak bisa saja semua manusia hanya terdiri satu agama dan suku bangsa." Jadi semua perbedaan adalah merupakan kehendak Allah, dan pasti ada maksud dan tujuan Allah tentang adanya perbedaan tersebut. Kalau manusia mau memikirkannya, secara sederhana kita bertanya dalam hati? Kalau tidak ada perbedaan Agama tentu manusia tidak dapat untuk menentukan jalan yang paling benar dan lurus". Dan Allah sendiri telah memberikan petunjuk dalam Qur'an sebagai pedomannya dan Allah mempersilakan gunakan akal dan pikiran untuk menentukannya jalan mana yang akan ditempuh masing-masing.

Jadi memahami Qur'an itu jangan sepotong-sepotong hanya dengan mengikuti pemikiran-pemikiran secara akal dan pikiran semata, namun lebih dari itu harus menyadari bahwa akal manusia itu juga punya keterbatasan walaupun anda sudah Guru besar,Profesor,Doctor semua punya keterbatasan jadi jangan anda merasa sudah sebagai Cendikiawan muslim ingin mengutak-atik tafsir sehingga mau malawan Ilmu Allah yang Maha Esa dan Maha Kuasa yang menciptakan isi Al-Qur'an itu.Sebab Allah telah memberitahu bahwa isi Qur'an itu ada petunjuk yang jelas/tegas dan perumpamaaan dan ada yang samar-samar. Yang samar-samar itulah yang sering ingin disalah tafsirkan untuk mengikuti hawa nafsu dan kepentingan manusia. Seperti contoh hukum waris ditetapkan bagian seorang ibu hanya 1/8 apabila mempunayi anak. Mungkin ada yang menganggap tidak adil sebab seorang isteri yang berjuang mengumpulkan harta dengan suaminya, ternyata setelah suaminya meninggal hanya dapat 1/8 dari peninggalan suaminya. 

Bila dilihat secara akal manusia mungkin hukum waris itu tidak adil dan kurang tepat,dan hal ini pernah disampaikan oleh ibu kandung kami menanyakan kenapa demikian? Saya jawab: menurut ibu, mungkin yang adil adalah bagian ibu 1/2 dari harta itu karena telah berjuang mengumpulakan harta tersebut dengan Ayah. Tetapi menurut Allah yang adil adalah 1/8 kenapa demikian? Allah telah mempertimbangkannya sebab kalau ibu dapat 1/2 sedang anak-anak ada 10 orang sisanya, dan apabila Ibu masih muda dan bisa kawin lagi dengan suami yang baru tentu yang menikmati keuntungan itu adalah suami yang baru. Sedangkan anak-anak yang masih butuh biaya akan mengalami kerugian sehingga itulah yang dipertimbangkan Allah sebelum hukum itu ditetapkannya berdasarkan ilmu-Nya. Sedangkan apabila ibu sudah tua dan tidak mungkin kawin lagi berarti kebutuhan hidup juga sudah terbatas sehingga dengan 1/8 itu sudah lebih dari cukup.

Jadi adil menurut manusia belum tentu adil menurut pertimbangan Allah. Masih banyak contoh lain seperti kenapa Poligami diperbolehkan dalam Islam? Mungkin bagi orang yang tidak memahami alasannya, menganggap ajaran Qur'an itu tidak benar karena tidak menghormati kaum wanita dan melanggar hak azazi manusia. Secara sederhana mari kita bahas : Sebabnya adalah karena wanita punya keterbatasan dalam segi sexual, mereka punya hambatan seperti datang haid tiap bulan berarti istirahat selama 1 minggu,pada saat akan melahirkan istirahat 3 bulan tidak bisa melayani suaminya. Dan yang paling berat adalah masa menopause pada umur 50 tahunan seorang wanita sudah tidak haids lagi,dan drastis keinginan sexual akan menurun sehingga kebutuhan suami akan terganggu. Sedangkan laki-laki normal selagi dia sehat nafsu sexual tidak mengenal menopause sampai dia mati, secara otomatis produksi spermanya tetap produksi dan secara alami akan keluar dan perlu penyalurannya.Sehingga atas dasar itulah Allah mengijinkan boleh kawin lebih dari satu, manakala laki-laki itu mengalami hambatan untuk menyalurkan nafsu biologisnya agar tidak menyalurkannya dengan melakukan zina dengan wanita lain. Jadi jangan menilai Qur'an itu tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, semua sudah yang terjadi masa lampau,pencipatan manusia,makhluk telah dijelaskan, keadaan sekarang dan yang akan datang yang diperlukan semua manusia telah terdapat dan secara rinci telah dijelaskan semuanya dalam Qur'an.

Kalau ada yang menilai tidak sesuai dengan kebebasan [liberalisme], kebebasan yang macam Apa? maksudnya apa bebas dengan homo sexual seperti zaman Nabi Luth? bebas mengumbar aurat serta perzinahan?, atau bebas melakukan perbuatan keji lainnya seperti, judi,minuman keras? Ajaran Qur'an itu adalah ajaran yang paling benar dan lengkap sehingga dapat digunakan petunjuknya untuk seluruh manusia untuk memberi petunjuk jalan yang benar dari jalan yang salah. Namun Allah tidak pernah memaksanya. Terserah mau mengikutinya atau tidak seperti disebutkan dalam Surat Yunus [10:99-100] " Dan kalau Tuhanmu menghendaki,tentu akan berimanlah semua orang dimuka bumi ini." Apakah kamu hendak memaksa orang supaya beriman semua?" Dan tidak ada seorang pun akan beriman, kecuali dengan izin Allah" Dia memandang hina [bodoh] orang-orang yang tidak menggunakan akalnya." Sehingga bagi yang mempunyai faham Islam Liberal,Islam Fundamental atau apapun faham anda tidak perlu terlalu berani menyalahkan isi Qur'an yang di ciptakan Allah, anda harus sadar ilmu yang dimiliki manusia sepintar apapun jangan ingin menyamai ilmunya Allah. Kalau anda tidak percaya ayat di Qur'an itu karena merasa enggan untuk mengikutinya sebab tidak sesuai dengan akal sehat pikiran anda, tidak perlu anda ikuti sebab Allah tidak pernah memaksanya, namun anda jangan sok pintar menyalahkan Firman-Nya, dan ingin memasukkan pendapat pemikiran anda dan mengutak atik ayat yang di dalam Qur'an tersebut.Demikian mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.

Selasa, 11 Oktober 2011

Apa perbedaan Agama Islam dengan Agama lain?


Kabarkaya.com, Apa sebenarnya perbedaan antara Agama Islam dengan Agama yang lain? Mungkin masih banyak kita baik umat Islam maupun Non Islam yang belum mengerti dimana letak perbedaannya. Semua agama memang mengajarkan kepada hal-hal yang baik, tidak ada agama yang mengajarkan yang jelek, sehingga banyak yang berpendapat semua agama sama saja untuk tujuan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sehingga oleh Jaringan Islam Liberal [JIL}, mengatakan semua agama sama saja dan diibaratkan seperti jari-jari roda yang berputar untuk semuanya menuju surga, sehingga jari-jari itulah yang terdiri dari semua agama baik islam,kristen,yahudi,budha,hindu,marxisme,atheis semuanya asal berbuat baik akan masuk surga. Sekarang kita coba untuk berpikir dan misalkan kita anggap Presiden itu adalah orang yang berkuasa dan menentukan, kemudian ada orang langsung patuh dan taat hanya kepada Presiden, sedangkan yang lain hanya patuh dan mengikuti pembantu-pembantunya atau pesuruhnya yang tidak berkuasa untuk mengangkat serta menentukan seseorang untuk masuk ke istananya. Bagaimana mungkin orang yang tidak patuh kepada Presiden tersebut semuanya bisa masuk ke Istananya? 

Jadi yang benar adalah: Agama itu "Serupa tapi Tidak sama" ,sehingga walaupun orang itu tidak patuh dan taat kepada Presiden tersebut semuanya mendapat jaminan untuk kehidupannya karena semua adalah rakyatnya, sehingga semuanya diberi kebebasan untuk berusaha memenuhi kehidupan di dunia ini masing-masing siapa menanam akan memetik hasil jerih payahnya.Dengan demikian karena semua manusia adalah makhluk hasil ciptaan-Nya maka semua kebutuhan hidup telah disediakan-Nya dimuka bumi ini dan diberi kebebasan untuk mendapatkan sesuai dengan usahanya masing-masing.Jadi untuk urusan di dunia ini semua pemeluk agama mempunyai hak yang sama tidak ada perbedaan, baik buruk perbuatannya akan menerima balasannya didunia ini. Sedangkan perbedaan hanyalah akhirat, sebab orang-orang yang patuh dan taat kepada-Nya yang bisa masuk kedalam surga yang telah disiapkan Allah kepada manusia yang menyembah-Nya, karena  tidak ada Tuhan lain selain dari Allah. Sehingga apabila ada manusia yang tidak mau menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa , tidak ada larangannya namun tempat kembalinya adalah Neraka yang disiapkan khusus kepada yang membangkang seperti setan/iblis/jin dan manusia yang tidak patuh kepada Allah SWT.

Kemudian mari kita sama-sama berpikir untuk memahami alur berpikir masing-masing dengan menggunakan akal, tanpa ada maksud sentimen terhadap agama tertentu dan petunjuk kepada manusia Tuhan telah menjelaskan dalam Qur'an seperti dalam ayat menanyakan :Siapakah yang menciptakan bumi dan langit? Serta semua makhluk yang berada diantara keduanya? Apakah ada yang mampu Tuhan-Tuhan lain yang kamu sembah itu melakukannya? Dan kenapa kamu menyembah berhala yang kamu pahat sendiri? Apakah patung itu dapat menolong kamu? Sedang lalat saja yang mengambil makanan dan menempel dibadannya tidak mampu dia mengusirnya, kenapa kamu takut kepadanya? Kemudian apakah masuk akal Tuhan punya anak?Sedangkan Dia tidak punya Istri? Apakah Nabi-Nabi yang kamu sembah itu dapat menolong kamu? Kalau Allah berkehendak mematikannya siapa yang bisa menolongnya? Tidak benar mereka adalah Tuhan disamping Allah,mereka adalah manusia biasa yang makan dan minum seperti kamu. Mereka [Nabi] itu sama saja seperti nabi-nabi sebelumnya yang pernah ada. Apa keistimewaannya Nabi Isa dibandingkan dengan penciptaan Nabi Adam? lebih menakjubkan penciptaan Nabi Adam yang diciptakan dari tanah." Setelah memberi pertanyaan-pertanyaan tersebut tujuannya adalah untuk kita menggunakan akal berpikir dan akhirnya Allah menetapkan dalam Surat Yunus(10:106] "Janganlah sekali-kali kamu menyembah Tuhan selain Allah, apa-apa yang tidak dapat memberi manfaat dan kemelaratan dirimu."

Jadi semua petunjuk-petunjuk yang ada di Qur'an itu mengajak manusia untuk mempergunakan akalnya masing-masing agar dapat menentukan jalan hidup yang paling lurus dan benar,agar manusia itu tidak terjerumus jalan yang sesat yang sengaja telah disiapkan oleh setan/iblis untuk menyesatakan semua manusia agar mau mengikuti bujuk rayunya untuk menggiring manusia semuanya ke Neraka, kecuali bagi orang-orang yang beriman yang mendapat perlindungan Allah bersama orang yang takwa. Perjanjian setan/iblis untuk menyesatkan semua manusia atas persetujuan Allah sehingga Iblis diberi tangguh kematiannya sampai hari kiamat agar dapat senantiasa menggoda manusia. Jadi perbedaan Islam dengan agama lain adalah bahwa: " Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan lain yang disembah kecuali kepada Allah." Karena hanya kepada-Nya lah tempat kita minta pertolongan dan hanya Dia [Allah] yang perlu kita takuti, karena Dia adalah yang Maha Kuasa dan Maha Esa, yang menciptakan langit dan bumi serta semua makhluk termasuk manusia.Dan selain itu ajaran Islam itu dalam Qur'an tidak dibenarkan berpecah belah didalam ikatan suatu agama dan membuat permusuhan diantara pemeluk agama serta dilarang menghina atau mencerca agama lain. Semua pemeluk agama dipersilakan untuk melakukan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya dan sudah merupakan Sunnah Allah bahwa : "Jangan kamu cerca [hina] berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah. Demikianlah sudah merupakan Sunnah Kami yang berlaku bagi setiap umat yaitu "Memandang baik setiap pekerjaan yang dilakukannya."[A-An'aam:6:108].

Dan mereka [non muslim] juga tidak memikul tanggung jawab terhadap apa yang disembah oleh agama Islam. Dan untuk menguatkan pernyataan tersebut Allah telah mengeluarkan ayat dalam Surat Yunus [10:99-100] " Dan kalau Tuhanmu, menghendaki, tentu akan berimanlah semua orang dimuka bumi ini." Apakah kamu hendak memaksa orang supaya beriman semua?" "Dan tidak ada tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah."Dia memandang hina orang yang tidak menggunakan akalnya [bodoh]".Jadi agama Islam adalah agama yang sangat demokratis dan menghormati kebebasan beragama. Sehingga siapa yang mengatakan bahwa Islam itu tidak liberal [kebebasan]? Kalau adapun orang-orang Islam melakukan hal-hal yang bertentangan dengan petunjuk Qur'an bukan berarti Agama Islam itu yang salah atau tidak benar, melainkan itu adalah kesalahan manusianya, bukan ajarannya." Sehingga apabila orang-orang Islam bisa menjalankan isi Qur'an dengan benar serta mengamalkannya dengan benar,tidak akan ada permusuhan diantara pemeluk agama lainnya. Demikian juga bagi pemeluk agama lain [non islam] apabila menyadari bahwa agama yang dianutnya itu adalah merupakan tanggung jawab individu, bukan ingin memaksa agamanya kepada orang lain agar mengikuti agamanya. Maka tidak akan ada permusuhan atau pecah belah diantara pemeluk agama, semua akan berdampingan secara damai dengan penuh kekeluargaan karena semua kita adalah makhluk hasil ciptaan-Nya yang berasal dari satu diri yaitu "Nabi Adam".

Semua yang kita kerjakan didunia ini akan dipertanggung jawabkan secara pribadi masing-masing, karena dosa kita tidak akan ada yang bisa menolongnya orang lain termasuk anak,istri maupun orang tua, apalagi kelompok,organisasi agama,semuanya tidak ada yang bisa membelanya kecuali diri sendiri. Jadi untuk apa repot-repot mengurus orang apa mau beriman kek,mau kafir kek,mau masuk ke Neraka kek, itu semua bukan tanggung jawab dan wewenang manusia. Selain dari itu bagi kaum Ulama,Ahli Kitab, maupun Ustad,kyai, jangan selalu membuat tafsir-tafsir yang menyesatkan kepada pemeluk agama islam dengan dalil-dalil atau hadis yang belum tentu benar sehingga pengikutnya yang masih awam terhadap ajaran Qur'an melakukan bom "bunuh diri" serta merusak rumah ibadah agama lain dengan iming-iming perbuatan tersebut adalah halal dan mati syahid serta masuk Surga." Padahal perbuatan tersebut justru adalah salah besar, dan bukan surga yang dapat melainkan "Masuk Neraka". Jadi masalah orang mau beriman atau tidak kepada Islam itu bukan wewenang para Ulama,Ustad,Kyai sedangkan Nabi Muhammad saja seorang Rasul tidak diberi wewenang,karena semua itu adalah mutlak "Wewenang Allah", bukan wewenang manusia. Tugas Nabi dan para Ulama hanya menyampaikan dakwah,memberi peringatan dan petunjuk kepada manusia sesuai Al-Qur'an. Dan dalam Surat Al-An-aam [6:69] "Tiadalah kewajiban orang-orang takwa [Alim Ulama] mempertanggung-jawabkan sedikitpun dosa orang-orang yang memperolok-olok ayat-ayat Tuhan itu, tetapi kewajiban mereka hanyalah sekedar memberi peringatan supaya mereka bertakwa." Demikianlah mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.

Minggu, 02 Oktober 2011

Mengungkap Buku "Karunia Bershalawat"


Kabarkaya.com. Buku yang ditulis oleh Syekh Yusuf bin Ismail al-Nabhani, seorang ulama terkemuka asal Beirut, telah menghimpun bacaan shalawat Nabi,para sahabat dan para ulama. Kemudian disampaikan juga tentang rahasia keagungan dan keuntungan bershalawat dalam kehidupan seorang muslim. Selain iti dalam bab pertama dengan judul "Engkau akan bersama orang-orang yang kau cintai." Ini merupakan salah satu hadis Rasulullah SAW itu menegaskan bahwa kalau seorang muslim mencintai Nabi Muhammad dan memperbanyak membaca shalawat kepadanya maka insya Allah, di akhirat nanti akan bersama Rasulullah yaitu didalam surga.Allah juga memerintahkan kita umat muslim untuk bersyalawat kepada Nabi Muhammad seperti disebutkan dalam Surat Al-Ahzab [33:56] "Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya memberi shalawat kepada Nabi Muhammad. Hai, orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan sepenuh penghormatan."[ yang shalawat dari Allah berarti memberi rahmat, dari malaikat memintakan rahmat sedang dari manusia berarti minta supaya diberi rahmat].

Memberi shalawat kepada Nabi Muhammad adalah termasuk ibadah, karena dalam shalat juga setiap hari kita ucapkan sebagai ungkapan rasa penghormatan dan memuliakannya atas semua petunjuk Allah yang disampaikan melalui Rasulullah dan isinya semua terdapat dalam Kitab Al-Qur'an.Sehingga petunjuk Al-Quran itu sangat berguna sebagai pelajaran khususnya bagi umat muslim dan umat manusia pada umumnya. Namun shalawat itu tidak cukup hanya diucapkan atau di zikirkan saja sebagaimana pada umumnya banyak dilakukan oleh kita umat Islam, karena mereka yakin hanya dengan ucapan shalawat saja akan dapat pahala serta akan mendapat syafaat Nabi kelak di akhirat untuk dimasukkan kedalam surga.Pemahaman yang demikianlah yang menyebabkan kesalahan dalam mengamalkan Qur'an itu dalam memahami ayat-ayatnya. Padahal shalawat kepada Nabi itu tidak serta merta semua umat islam bisa mendapatkan syafaat. Karena yang bisa mendapatkan syafaat itu hanya kepada umat islam yang bisa melaksanakan semua perintah dan larangan-Nya dengan benar dan melaksanakannya tanpa ragu-ragu sebagaimana yang dilaksanakan orang-orang yang takwa.

Sehingga dalam riwayat disampaikan bahwa sewaktu di hari kiamat Nabi memanggil para umatnya yang ada didalam neraka,ternyata Allah melarangnya dan menegur Nabi Muhammad " Engkau tidak tahu apa yang mereka kerjakan didunia setelah engkau tidak ada, jadi mereka umatmu itu adalah orang-orang yang tidak menjalankan semua apa yang kamu perintahkan kepadanya dan mereka adalah orang-orang munafik dan mereka telah mengikuti jalannya langkah setan yang terkutuk.". Jadi hanya Nerakalah tempat kembali mereka." Dengan demikian memahami agama Islam itu sesuai Al-Qur'an harus kita gunakan akal.Karana tidak mungkin syafaat Nabi Muhammad dikabulkan Allah kalau umatnya tidak melaksanakan perintah dan larangan Allah yang telah disampaikan Nabi Muhammad kepada manusia.Sedangkan Allah itu adalah Tuhan Yang Maha Adil terhadap semua hamba-hambanya, tidak mungkin memberikan hak yang istimewa kepada hambanya yang tidak patuh dan taat kepada-Nya.

Dan dalam ayat juga telah diberikan petunjuk bahwa Nabi Muhammad tidak diberi wewenang untuk memberikan kebaikan [kemanfaatan] dan menolak keburukan [kemelaratan] kepada manusia seperti disebutkan dalam Surat Al-A'raaf [7:188] "Katakanlah: "Aku tidak mampu meraih kemanfaatan dan menolak kemelaratan untuk diriku sendiri, kecuali apa yang dikehendaki Allah. Aku tidak lain hanyalah Pemberi peringatan dan Pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman." Jadi walaupun Nabi Muhammad sangat sayang dan ingin agar umat Islam semuanya masuk surga namun hal itu bertentangan dengan sunnah Allah seperti disebutkan dalam Surat An-Nahl [16:97] "Barang siapa yang mengerjakan perbuatan kebajikan, baik dia laki-laki maupun perempuan, lagi pula ia beriman,akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik didunia, sedangkan diakhirat kami berikan pembalasan pahala kepadanya jauh lebih baik dari apa yang mereka perbuat."

Sehingga apa yang kita tanam akan dapat menikmati hasilnya kelak di akhirat,kalau ingin mendapat syafaat dari Nabi Muhammad, tidak cukup hanya membaca shalawat hanya dengan ucapan lisan tetapi harus diikuti dengan perbuatan. Apa yang diperintahkan Nabi sesuai petunjuk Allah dan yang dicontohkan oleh Nabi, seperti membelanjakan hartanya dijalan Allah dengan memperbanyak keluarkan Infak,Sedekah, serta amal lainnya disamping ibadah lainnya, barulah orang tesebut bisa mendapat syafaat dari Nabi.Suatu hal yang tidak masuk akal bila orang Islam banyak melakukan perbuatan keji dan mungkar selama didunia serta tidak pernah berbuat baik kepada sesama makhluk dan tidak mau berkorban dengan hartanya untuk membantu sesama manusia, karena takut rugi dan uang habis. Tiba-tiba di akhirat minta jatah syafaat dari Nabi Muhammad, enak betul? tidak mau capek dan berusaha selama hidup didunia untuk mempersiapkan akhiratnya, tiba-tiba mau dapat tempat di surga, emangnya Allah bisa disuap? atau memberikan dispensasi atas rekomendasi atau "surat sakti yang namanya syafaat" dari Nabi Muhammad? Jadi jangan harap anda bisa mendapat syafaat itu kalau hanya mengucap shalawat secara lisan saja. Jadi kalau ingin mendapat syafaat dari Rasulullah, perbanyaklah berbuat amal kebajikan seperti infak,amal jariyah,sedekah dan amal lainnya karena dalam ayat juga disebutkan dalam Surat Ali-Imran [3:92] "Kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai." Demikian mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.

Kamis, 22 September 2011

Mengungkap Karunia Bersyukur



Kabarkaya.com, Bagaimana kita mendapatkan Karunia dari Allah,akibat kita bersyukur atas nikmat rezeki yang diberikan-Nya kepada kita? Jelas Allah akan memberikan nikmat rezeki kebahagiaan baik didunia maupun akhirat, itu sudah merupakan janji Allah kepada seluruh Manusia. "Karena Allah selain hendak menunaikan pahala mereka juga hendak menambah lagi karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan mensyukuri ketaatan hamba-Nya."[Fathir 35:30].Dan Allah juga berjanji "Dan ingatlah ketika Tuhanmu meberikan pernyataan "Jika kamu bersyukur pasti Kutambah nikmat-Ku kepadamu." Sebaliknya :Jika kamu ingkari nikmat itu tentu siksaan-Ku lebih dahsyat." Dan bila oarang-orang dimuka bumi ini mengingkari nikmat Allah, kerugiannya kalian tanggung sendiri."[Ibrahim 14:7-8].Jadi Allah telah memberi nikmat rezeki kepada seluruh manusia dan makhluknya yang ada dilangit dan bumi dan "Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami limpahi terus Karunia dari Tuhanmu. Karunia Tuhanmu itu diberikan tanpa pilih bulu.":{Al-Isra 17:20]. Sehingga karunia yang diberikan Allah dimuka bumi ini berlaku untuk seluruh manusia semuanya menmpunyai hak yang sama baik ia seorang muslim,kristen,jahudi,budha,hindu,atheis,komonisme,animisme dan sebagainya.

Jadi Allah tidak pandang bulu dalam hal memberikan karunia kepada hamba-hambanya dimuka bumi ini,sedangkan balasan karunia untuk akhirat yang ada perbedaan.Balasan karunia akhirat berupa surga hanya diperuntukkan kepada orang beriman yang percaya kepada-Nya serta tidak menyembah Tuhan yang lain kecuali hanya kepada Allah. Selain orang itu beriman dan hanya percaya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan bumi dan langit dan bukan menyembah Tuhan yang lain seperti berhala,matahari,malaikat,nabi-nabi dan sebagainya yang tidak mempunyai kekuasaan dan tidak mampu menciptakan apapun dimuka bumi ini.Dan Allah memberi pertanyaan kepada manusia yang menyembah Tuhan lain selain Allah " Coba tanyakan kepada mereka: "Apakah Tuhan-Tuhan yang mereka sembah itu ada yang mampu menciptakan sesuatu yang ada dimuka bumi ini?" Apakah Tuhan-Tuhan mereka itu ada ikut saham dalam penciptaan bumi dan langit? Jangankan menciptakan bumi dan langit sedangkan menciptakan seekor lalat sajapun Tuhan-Tuhan mereka itu tidak mampu." 

Sekarang bagaimana agar kita bisa mendapat karunia berupa kesenangan baik didunia maupun kesenangan akhirat? Untuk memperoleh karunia itu adalah sangat mudah caranya kalau mau mengerjakannya, yaitu dengan jalan "Bersyukur".Bagaimana untuk mendapatkan "Karunia Bersyukur" itu? Pertama selain beriman "Hendaklah mereka tetap mengerjakan shalat,dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah Kami karuniakan kepadanya [infak,sedekah]."[Ibrahim 14:31].Dan Allah telah berjanji "Sesungguhnya orang-orang yang mempelajari Kitab Allah,mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugrahkan kepadanya dengan diam=diam maupun terang-terangan, mereka itu boleh mengharapkan suatu macam perniagaan yang tak akan pernah bangkrut." Karunia Allah itu selain hendak menunaikan pahala mereka juga hendak menambah lagi karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan mensyukuri ketaatan hambanya."[Fathir 35:29-30]. 

Jadi bagaimana caranya agar karunia bersyukur itu dapat kita peroleh hasilnya? Kita harus memahami apa yang dimaksud dengan Syukur itu? Syukur adalah ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas nikmat dan rezeki yang diberikan-Nya. Dan untuk menyampaikan ungkapan rasa terima kasih tadi harus diwujudkan dengan bukti amal perbuatan, tidak cukup hanya dengan ucapan lisan dengan "Alhamdulillah" Terima kasih kepada Allah sama dengan "Terima" [dapat rezeki dari Allah] kemudian "Kasih" [keluarkan lagi sebagian dan berikan kepada yang berhak].Jadi kalau selama kita hanya mau "Terima" dan tidak pernah mau memberi "Kasih", berarti orang tersebut termasuk "orang yang tidak bersyukur". Sehingga karunia bersyukur itu baru bisa kita dapat balasannya didunia ini maupun akhirat harus mau memberi "Kasih" kepada orang yang membutuhkan berupa sedekah barulah orang tersebut bisa mendapat karunia dari Allah."

Sehingga kalau mau sukses "jangan menunggu sukses terlebih dahulu baru bersyukur, tetapi bersyukur terlebih dahulu baru bisa meraih sukses".Dan "jangan menunggu kaya baru mengeluarkan "Sedekah",tetapi terlebih dahulu bersedekah baru bisa kaya".Jadi wujud bersyukur itu apapun pekerjaan kita, maka cintailah pekerjaan itu dengan iklas." Walaupun kerja kita hanya sebagai tukang sapu atau pegawai kecil,Allah baru menyatakan orang itu bersyukur apabila melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik, sesuai tugas tanggung jawabnya tanpa menunggu adanya mandor atau pengawas baru bekerja dengan baik, karena yang perlu kita takuti adalah Pengawas yang diatas yaitu "Allah" yang berwenang untuk memberi dan menambah dan mengurangi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya.. Kalau sudah bisa melaksanakan barulah orang tersebut bisa mendapatkan karunia bersyukur dari Allah SWT, yaitu akan mendapatkan kehidupan yang baik didunia, serta kehidupan yang baik di akhirat berupa "Surga". Demikian mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.


Rabu, 14 September 2011

Rahasia untuk menjadi Milyarder


Kabarkaya.com, Apa rahasia sukses para Milyarder dunia?Kalau kita baca riwayat para milyarder yang telah berhasil sukses,pada umumnya bukan dari orang-orang keturunan yang sebelumnya keluarganya kaya raya. Melainkan dari keluarga biasa-biasa saja yang berasal orang yang susah, namun berkat kerja keras mereka untuk meraih impiannya akhirnya menjadi milyarder. Seperti contoh Carlos Slim Heli warga negara Mexiko memiliki kekayaan sebesar US $ 53 milyar dan Warren Buffet memiliki kekayaan sebesar 47 milyar US dollar serta Chuk Feeney pendiri Duty Free adalah orang-orang biasa yang memulai usahanya dari nol. Kenapa bisa berhasil? semuanya adalah berkat kerja keras,semangat yang tinggi dan tidak mudah menyerah dan putus asa serta selalu bekerja dan berkata dengan jujur,yaitu kalau bicara tidak berbohong, kalau berjanji tidak mengingkarinya [menepati janji]. Selain itu mereka tidak merasa sombong walaupun mereka bisa memiliki apa saja seperti rumah mewah,kapal pesiar,mobil mewah namun mereka tetap dengan hidup tinggal dirumah yang sederhana.Selain itu mereka sebelum jadi milyarder adalah orang selalu berrbuat amal kebajikan dan suka membantu dan menolong orang lain.

Dan setelah berhasil memeliki perusahaan besar dan raksasa kebiasaan itu terus diterapkan kepada karyawannya dengan memberikan kesejahteraan dengan baik, menganggap karyawan adalah bagian dari keluarga yang membantu kelancaran usaha tersebut. Selain itu seperti Chuck Feeney pendiri Duty Free melalui yayasannya menyumbang berbagai kegiatan amal seperti sekolah,rumah sakit dan amal-amal sosial lainnya.Sehingga kekayaannya justru semakin bertambah berkat selalu berbuat amal kebajikan kepada sesama manusia. Perjalanan para milyarder tersebut apabila kita buka petunjuk Qur'an semua yang mereka lakukan dalam meraih rezeki adalah sesuai apa yang diperintahkan dalam Qur'an diperintahkan berusaha dan ikhtiar dalam Surat Ar-Ra'd [13:11] "Allah tidak akan merobah nasib baik suatu bangsa kecuali mereka sendiri yang merobahnya jadi bernasib buruk." Kemudian di ayat lain disebutkan bahwa Allah memerintahkan kepada manusia: "Berbuat baiklah kamu kepada semua makhluk, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu."

Sehingga apabila mau melaksanakan petunjuk yang ada didalam Qur'an sebagai pelajaran untuk manusia baik untuk berusaha,bisnis,wirswasta,dagang dan sebagainya maka siapa pun bisa menjadi "Milyarder" Jadi petunjuk yang ada di Qur'an itu adalah petunjuk Allah Tuhan Yang Maha Esa untuk seluruh manusia baik Islam,Kristen,Jahudi,Budha,Hindu,Atheis,Animisme dsb. Sehingga apabila dapat mengikutinya pasti akan "Sukses". Jadi Qur'an itu tidak cukup hanya dibaca serta doa saja, melainkan harus diamalkan dengan diperaktekkan didalam  aktivitas kehidupan  sehari-sehari.Sehingga banyak kita umat Islam belum mampu mengamalkan Al-Qur;an dengan benar dan kebanyakan hanya tahu membaca tapi tidak mengerti apa yang dibaca tersebut, padahal semua isinya merupakan petunjuk untuk membimbing manusia agar dapat meraih kebahagian dunia [kekayaan,harta,derajat,pangkat,sehat,berkah,mudah rezeki dsb] serta untuk mendapatkan kebahagian akhirat berupa "Surga".

Dengan demikian pemahaman orang-orang yang Islam yang tradisional terutama dikampung-kampung banyak yang salah mengamalkan Qur'an itu, bukannya diamalkan dengan melaksanakan petunjuknya dalam kehidupan melainkan hanya di zikirkan ayat-ayat tertentu ada yang ribuan kali agar bisa kaya dan sukses serta ada yang dibuat "jimat". Padahal petunjuk itu bukan diamalkan maksudnya hanya di ucapkan secara lisan melainkan diamalkan dengan amal perbuatan. Seperti contoh sederhana seseorang mengamalkan Surat Saba' [34:39] " Katakanlah: Sesungguhnya Allah sewaktu-waktu melapangkan rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hambanya,dan sewaktu-waktu membatasinya. Karena itu jangan khawatir ,apa saja  yang kamu nafkahkan untuk kebaikan, niscaya Allah akan menggantinya, dan Dia lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya."

Kemudian orang mengamalkan dengan membaca ayat-ayatnya kemudian disimpan dalam dompet, bagaimana mungkin Allah memberi rezeki yang berlimpah? padahal ayat tersebut gunanya agar kita menafkahkan [mengeluarkan sedekah dari setiap rezeki yang diperoleh] akan tetapi setiap dapat rezeki tidak mau mengeluarkan infaknya, jadi tidak mungkin Allah memberikan rezeki yang berlimpah kepada kita kalau hanya diucapkan saja tapi tidak dikerjakan petunjuk ayat tersebut." Inilah contoh sederhana kemudian adalah lagi ayat "Jika kamu bersyukur pasti Kutambah nikmat-Ku kepadamu. Sebaliknya Jika kamu ingkari nikmat itu, tentu siksaan-Ku lebih dahsyat."[Ibrahim:7] Dalam prakteknya misalkan diberi rezeki 50 ribu/perhari sebagai tukang batu, tetapi tidak di syukuri karena kalau ada mandor mampu pasang bata 5 meter, sedang kalau tidak ada mandor hanya mengerjakan 1 meter. Jadi hanya takut kepada mandor, bukan takut kepada pengawas yang diatas yaitu Allah yang berwenang menambah rezeki. Inilah contoh-contoh mengamalkan ayat-ayat Qur'an hanya dibaca ayatnya saja tapi tidak melaksankan dalam prakteknya sebagai orang yang bersyukur.

Banyak contoh-contoh lainnya seperti dalam ayat ada perintah agar tidak mengurangi timbangan atau literan didalam berjualan atau dagang, ternyata dikerjakan dengan cara menipu pelanggannya.Alangkah bertolak belakang ayat yang diamalkan dengan praktek yang dikerjakan, sehingga ayat yang diamalkan itu bukan mendapat keberkahan rezeki malah akan mendapat laknat Allah.Jadi agar bisa sukses dan jadi Milyarder semua orang bisa mendapatkannya asal ada kemauan, karena "dimana ada kemauan pasti disitu ada jalan."Jadi semua perjalanan sukses para Milyarder dunia tersebut semuanya berhasil karena melaksanakan kerja keras penuh semangat,berbuat baik,berbakti kepada orang tua,menepati janji,berkata selalu dengan jujur,tidak menyombongkan diri,memiliki ilmu,tidak mudah putus asa, bila diberi diberi kepercayaan tidak berkhianat dan sebagainya semua syarat-syarat tersebut petunjuknya semua telah disebutkan Allah dalam Qur'an. Sekarang tinggal tergantung masing-masing individu mau atau tidak untuk meraihnya, jangan hanya menghayal dengan mimpih-mimpi kosong saja tetapi harus diwujudkan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh.Mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.


Rabu, 07 September 2011

Apakah Bencana yang dialami itu adalah Ujian?


Kabarkaya.com, Apakah setiap bencana atau musibah yang dialami manusia itu adalah ujian dari Allah? Kalau kita buka ayat-ayat dalam Qur'an ternyata semua bencana atau musibah baik berupa penyakit,hartanya habis,masuk penjara,kemalingan,dirampok,kecelakaan dan sebagainya ternyata bukan ujian yang datangnya dari Allah melainkan adalah akibat balasan perbuatan amal kejahatan yang dilakukan manusia itu sendiri. Karena untuk apa Allah memberi ujian kepada manusia? sedangkan Dia adalah Maha Pemurah,Maha Penyayang,Maha Pengasih kepada seluruh manusia kalau manusia itu mau mengikuti semua peraturan dan perintah yang ada dalam Qur'an. Jadi kalau tidak mau melaksanakan perintah dan larangan-Nya maka itu adalah salah manusia itu sendiri sehingga jangan kita menyatakan bahwa bencana atau musibah itu ujian yang diberikan Allah kepada kita.Sehingga adapun ujian yang dimaksud Allah bahwa semua manusia yang diturunkan dimuka bumi adalah merupakan ujian, untuk menguji siapa-siapa yang terbaik amalnya diantara hamba-hambanya didalam melaksanakan  semua suruhan-Nya dan menjauhkan semua larangan-Nya.Apabila bisa melaksanakannya dengan benar maka mereka adalah yang lulus ujian, dan yang tidak mau melaksanakannya berarti tidak lulus ujian.

Sehingga Allah memberikan pertanyaan kepada orang-orang yang mengalami musibah atau bencana yang dialaminya disebutkan dalam Surat An-Nisa [4:147] "Masak Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman?" Dan Allah adalah pembalas jasa kepada orang mukmin yang bersyukur serta Maha Mengetahui." dan kemudian dikatakan lagi bahwa :"Apapun kebajikan yang kamu peroleh, datangnya dari Allah dan apapun bencana yang menimpamu adalah karena salahmu sindiri."[An-Nisa 4:79]. Jadi apapun musibah atau bencana yang kita alami semuanya didunia ini pada hakekatnya bukan atas kehendak Allah melainkan atas kemauannya manusia itu sendiri. Apa sebab bukan datangnya dari Allah? Karena Allah telah memberikan petunjuk kepada manusia dalam Qur'an,sehingga siapa yang mematuhui suruhan-Nya akan terhindar dari bencana seperti contoh sederhana misalkan seseorang hendak berjalan menuju suatu tempat dan sudah ada petunjuk dan rambu-rambu agar selamat sampai tujuan, namun dia tidak mau mengikuti jalan itu sehingga dipilihnya jalan yang dilarang dan akhirnya masuk kedalam jurang dan celaka." Kemudian kita bertanya pada diri sendiri : "Apakah musibah atau bencana itu datangnya dari Allah yang disebut ujian?" Sudah jelas bencana ini disebabkan salah anda sendiri dan bukan kehendak Allah.

Kemudian dengan bunyi ayat diatas dan contoh tersebut jelas bahwa bencana yang menimpa manusia itu bukanlah ujian dari Allah, melainkan balasan hasil perbuatan tangan sendiri dan hal itu dijelaskan lagi dalam Surat Asy-Syura [42:30] "Bencana macam apapun yang menimpamu, adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar kesalahan-kesalahanmu itu." Disini jelas dikatakan bahwa perbuatan kejahatan saja tidak dibalas sebesar kejahatan yang dilakukan karena sebagian diberi maaf oleh Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang. Sebab apabila diberikan balasan siksaan atas kesalahannya didunia ini,kemungkinan manusia tidak mampu menerima siksa tersebut. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Fathir [36:45] "Kalau sekiranya Allah menyiksa manusia karena kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya, niscaya tidak akan ada satu makhluk bergerakpun yang tinggal dimuka bumi ini. Namun Allah menangguhkan siksa terhadap mereka sampai pada batas masanya yang telah ditentukan.Apabila sudah jatuh tempo Allah akan mengadilinya."

Dengan demikian "Allah tidak pernah menghukum umatnya kecuali perbuatannya sendiri",jadi jangan selalu mengatakan bahwa setiap musibah apapun yang menimpa kita dikatakan itu adalah ujian dari Allah,misalkan ada orang masuk penjara karena mencuri atau korupsi kemudian dikatakan itu adalah ujian?", jelas itu bukanlah ujian dari Allah sebab anda masuk penjara karena melakukan kejahatan, berarti salah sendiri." Jadi yang datangnya dari Allah adalah semua kebajikan yang diperoleh seperti; kekayaan,kesenangan,rezeki,kesehatan,pangkat,derajat,jabatan dan sebagainya sedangkan semua bencana seperti: miskin,kesusahan,penyakit,musibah,malapetaka dan sebagainya bukan datangnya dari Allah. Sehingga Allah mengatakan dalam Surat Al-Jatsiyah [45:15] "Barang siapa mengerjakan kebajikan maka beruntunglah dia sendiri. Dan barang siapa yang berdosa karena mengerjakan kejahatan, maka hal itu adalah salahnya sendiri." Oleh sebab itu bila anda mendapat musibah apapun, terimalah itu dengan ikhlas kemudian renungkan apa kejahatan yang pernah dilakukan sebelumnya dan segera mohon ampun dan tobat serta berjanji tidak melakukan perbuatan itu lagi, Insyaallah Allah akan memberi ampunan karena Dia adalah Tuhan Maha Pengampun kepada hamba-hambanya. Mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.